Bg

Berita - IAIN Surakarta

WORKSHOP PENULISAN JURNAL TERAKREDITASI BAGI MAHASISWA S2 IAIN SURAKARTA “PENULISAN TESIS LAYAK PUBLIKASI”

13 Agustus 2020

PASCSARJANA IAIN SURAKARTA – Kamis (13/08/2020) melaksanakan workshop penulisan jurnal akreditasi mahasiswa S2 Pascasarjana IAIN Surakarta “Penulisan Tesis Layak Publikasi” bertempat di Aula Pascasarjana IAIN Surakarta Pakis Delanggu Klaten. Acara berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB. Sebagai Moderator Dr. Muhlis, M.Ag dan Narasumber Dr. Didik E. Subiyanto dari Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta.

Acara dibuka oleh moderator dengan memperkenalkan riwayat narasumber serta memberikan prolog tentang surat edaran atau aturan terkait persyaratan lulus pada program Magister Pascasarjana IAIN Surakarta dan memberikan kesempatan kepada narasumber untuk menyampaikan materi.

 

 

 

Dr. Didik E. Subiyanto dalam paparannya menjelaskan pentingnya tulisan atau karya ilmiah untuk dipublish pada jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi, dengan publish dijurnal maka karya yang kita tulis lebih bermanfaat dimasyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa, situasi covid saat ini menjadi peluang bagi penulis untuk melakukan penelitian yang memiliki nilai kebaruan.  Pemikiran atau hasil penelitian kita bisa memberikan sumbangsi kepada masyarakat maupun pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan atau keputusan.

Dr. Didik E. Subiyanto juga menyampaikan beberapa hal:

  1. Perbedaan mendasar: (1) jurnal dan paper, (2) submit dan upload, (3) sitasi dan bibliography, mendeley, endnote, zetero, (4) turnitin, dan (5) scopus, sinta, google schoolar,
  2. Dalam menulis sebuah paper, biasanya kita diwajibkan mengikuti struktur penulisan dari jurnal yang kita tuju. Berita baiknya, sebagian besar jurnal dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai model yang hampir sama. Ada bagian-bagian penting yang menjadi struktur utama yang harus ada dalam paper,
  3. Sistematika atau struktur yang biasa digunakan diantaranya; judul, abstrak, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka,
  4. Penelitian yang memiliki nilai kebaruan atau novelty

Narasumber juga menjelaskan secara terperinci tentang bagaimana cara menyusun artikel atau naskah ilmiah yang dapat diterima pada jurnal nasional terakreditasi.

  1. Judul: Judul atau title wajib ditulis dengan singkat dan padat, biasanya beberapa jurnal membatasi jumlah huruf dalam paper yaitu maksimal 14 kata. Di dalam judul harus tertulis secara jelas tiga poin yaitu: Problem, Object, & Method,
  2. Abstrak: garis besar penelitian, ditulis dengan penjelasan singkat dan padat, serta tidak dianjurkan untuk menuliskan rumus,
  3. Pendahuluan: Pada pendahuluan ceritakan Fenomena, masalah yang akan diselesaikan. Mengapa masalah itu penting atau apa urgensi dari masalah tersebut. Lalu tuliskan solusi Anda serta sampaikan perbandingan keterbaruan (novelty) dari penelitian sebelumnya. Yang terakhir tuliskan apa hasil yang ingin dicapai,
  4. Metodologi: Dalam menulis metodologi ada beberapa hal yang wajib diketahui agar penjelasan metodologi yang kita tulis pada scientific paper mudah dimengerti oleh reviewer maupun pembaca. Memang tidak ada aturan khusus yang membatasi penulisan metodologi penelitian, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar metodologi yang kita buat menjadi mudah dipahami,
  5. Hasil dan pembahasan: hasil dan pembahasan Anda akan menyampaikan hasil dari penelitian Anda. Jika kita bisa menyampaikan hasil penelitian dengan baik, maka pembaca akan menemukan dan mengerti intisari dari penelitian KITA dengan mudah. Bagian ini juga menjadi bagian paling mudah untuk ditulis karena Anda tahu betul bagaimana hasil yang Anda dapatkan,
  6. Kesimpulan: Penulisan kesimpulan dalam paper sangat berbeda dengan penulisan kesimpulan pada laporan ilmiah seperti skripsi atau thesis. Pada paper, kesimpulan dituliskan pada satu sub bab yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian secara keseluruhan yang bisa menjawab rumusan masalah beserta saran untuk perkembangan penelitian ini kedepan. Tidak ada sub bab saran yang ditulis tersendiri dan tidak ada penomoran, kesimpulan ditulis dalam satu atau maksimal dua paragraf saja,
  7. Referensi: Gunakan Citation Software atau Software Sitasi. Penggunaan software sitasi akan sangat membantu Anda tidak hanya dalam menulis sitasi dan daftar pustaka tetapi juga mengelola sumber referensi Anda dengan baik.

Pada acara selanjutnya dibuka sesi diskusi, Endang Mahasiswa S2 MPI mempertanyakan tentang “bagaimana cara menemukan metode baru, sehingga menjadi novelty? Bagaimana menemukan masalah yang bersifat baru?” dan  Arif Nurrohim mempertanyakan “bagaimana menemukan masalah dalam penelitian kuantitatif?” sedangkan Imam Subkhan “bagaimana kita bisa mendalami penelitian kualitatif?” dari pertanyaan tersebut narasumber menjelaskan sebagai berikut.

  1. Novelty merupakan hal paling penting dalam sebuah penelitian. Paper yang akan disubmit harus mempunyai nilai keterbaharuan baik kecil maupun besar. Semakin besar novelty yang didapatkan, maka semakin besar kesempatan untuk bisa masuk ke jurnal yang punya impact factor tinggi. Menurut Prof Pitoyo dari Chukyo University Japan Ada beberapa kategori dalam pencapaian novelty antara lain yaitu: Metode baru, metode yang lebih baik, masalah baru, dan wawasan atau pengetahuan baru.
  2. Masalah secara umum: pendahuluan biasanya lebih ditekankan pada pembahasan urgensi masalah yang akan diselesaikan. Biasanya urgensi masalah akan disampaikan pada paragraf pertama. Pada paragraf ini, jelaskan masalah secara umum dan jelaskan mengapa masalah tersebut sangat penting untuk diselesaikan. Jangan lupa menambahkan sumber atau sitasi yang membuktikan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi.
  3. Masalah secara khusus: masalah khusus disini dalam artian pembahasan masalahnya sudah menjurus pada objek masalah yang akan diselesaikan. Jelaskan objek apa yang akan diteliti dan boleh juga menyertakan jenis data yang akan digunakan. Pada penjelasan objek permasalahan secara detail,  juga perlu menambahkan sumber atau sitasi yang membuktikan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi.

Di akhir sesi Dr. Didik E. Subiyanto juga memberikan beberapa refrensi terkait jurnal Manajemen Pendidikan Islam yang bisa digunakan oleh peserta untuk mengirim artikel. Diakhir kegiatan, narasumber mengajarkan secara langsung kepada peserta tentang cara untuk submit dijurnal nasional terakreditasi, khususnya pada jurnal yang berkaitan dengan Manajemen Pendidikan Islam.

 

Print Friendly, PDF & Email